Tokoh Muslim Pimpin Doa di Konggres AS

March 4th, 2010

WASHINGTON–Keheningan menyelimuti seluruh ruang utama gedung Konggres Amerika Serikat (AS), Rabu (3/3) pagi waktu setempat. Saat itu seorang tokoh Muslim AS, Abdullah Antepli, membacakan doa dalam salah satu sesi persidangan anggota Konggres.

“Assalamu’alaikum, kedamaian bersama Anda,” begitu kata Antepli membuka doanya seperti tertulis di situs Islamonline. Selama ini, Antepli adalah pemimpin komunitas Muslim di Universitas Duke, Durham, AS. “Ya Tuhan seluruh negara, pandanglah penuh kemurahan Konggres yang terhormat ini. Tunjuki para pengambil keputusan ini dengan cahaya-Mu,” tutur Antepli melanjutkan doanya.

Selanjutnya dia pun memanjatkan doa agar seluruh anggota Konggres diberi kekuatan untuk menghapuskan rasialisme, serta menciptakan kebersamaan. Dia juga mendoakan supaya anggota Konggres diberi hati yang bersih dan cara berpikir yang menyehatkan. “Berita tentang seorang pemuka umat Islam yang membacakan doa di Konggres ini menjadi angin yang menyegarkan,” ungkap Antepli.

Ini adalah kali ketiga bagi seorang tokoh Muslim untuk membacakan doa dalam persidangan di Konggres AS sejak tahun 1789. Antepli menilai bahwa kesempatan yang diberikannya untuk membacakan doa di Konggres ini merupakan simbol bahwa Islam sudah mulai menjadi bagian yang memiliki peran penting bagi AS.

Saat doa dibacakan, anggota dari beberapa komunitas Muslim di AS pun berkesempatan untuk hadir di Konggres. Salah satu anggota Konggres dari North Carolina, David Price pun mengaku bahagia bisa ikut mendengarkan doa Antepli. “Ini merupakan kehormatan bagi saya atas hadirnya beliau (Antepli) untuk membacakan doa di sini,” kata David.

sumber berita : republika.co.id

Ummu Zayid : hafal Al Qur’an 10 hari. 2 tahun di AA : hafal Alqur’an kenapa tidak…?

March 4th, 2010

semoga kita bisa mengambil ibroh dari cerita ini dan menguatkan azzam kita untuk  menjadi hafidzoh. amien…

Pengalaman Ummu Zayid

Ia menuturkan, “Alhamdulillah, sesuai dengan kemuliaan wajah-Nya dan keagungan kuasa-Nya, aku telah khatam menghafal Al Qur’an. Berikut pengalamanku, dan aku menghadiahkannya kepada kalian.

Bismillaahirrahmaanirrahiim…
Segala puji bagi Allah, pujian yang sebanyak-banyaknya, sesuai dengan kemuliaan wajah-Nya dan keagungan kuasa-Nya. Wa Ba’d.

Ini adalah masa-masa indah yang berlalu dengan segala kisah yang ada di dalamnya. Dan, inilah mimpi yang menjadi kenyataan; dan kenangan yang selalu menghampiriku.

Perlu diketahui bahwa sesungguhnya tujuan terbesarku adalah hafal surat Al-Baqarah dan Ali Imran. Demi Allah, sekali-kali kalian tidak akan percaya bahwa sebenarnya aku adalah orang yang tidak memiliki kesabaran untuk menghafal Al-Qur’an secara keseluruhan. Hal itu disebabkan karena aku menganggap hal tersebut adalah sesuatu yang mustahil dan sangat susah untuk diwujudkan. Dan saat itu, aku masih hidup dengan mempertahankan tujuan yang ingin aku wujudkan sebelumnya, yaitu hafal surat Al-Baqarah dan surat Ali Imran. Dan aku menganggap bahwa kedua surat itu adalah adalah surat Al-Qur’an yang paling sulit (untuk dihafal); dan aku juga beranggapan bahwa sepertinya sulit sekali untuk mempertahankan hafalan tersebut dalam waktu yang lama. Subhanallah, tak terasa sudah tujuh tahun aku mempertahankan hafalan kedua surat tersebut.

Ketika bulan Ramadhan datang, tiba-tiba suamiku mengejutkanku bahwa ia akan beri’tikaf selama 15 hari terakhir Ramadhan di masjidil Haram. Tentu kalian mengerti tentang kesulitan yang menimpaku, karena aku akan ditinggal sendirian bersama anak-anakku. Kami tinggal di daerah yang jauh dari keluarga, sedang para tetangga di sini semuanya menutup pintu rumahnya (tidak peduli dengan urusan tetangganya). Aku merasa gembira karena suamiku akan beri’tikaf. Akan tetapi, manfaat apa yang dapat kupetik dalam kesendirianku ini?

Ketika waktunya telah tiba dan suamiku pergi untuk beri’tikaf, maka aku merasakan pahitnya kesendirian yang sebenarnya. Kemudian, aku mengangkat tanganku kepada Dzat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, lalu aku berdoa kepada-Nya dengan doa orang yang tertimpa kesulitan, sedang air mata pun mengalir deras membasahi pipiku, “wahai Rabbku, Engkau Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Curahkanlah kepadaku rezeki yang berupa teman-teman yang shalihah, yang lebih baik dari aku. Sehingga, aku bisa meneladani mereka. Ya Allah, berikanlah aku sebaik-baik teman.”
Sungguh, doaku segera dikabulkan oleh Rabb yang Maha Pengasih. Sebagaimana kita ketahui, bahwa Dia telah berfirman dalam kitab-Nya :


“…Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu…” (Al Mu’min : 60)

Ketika aku duduk di depan komputer sambil mengakses internet guna mencari situs yang berisikan informasi tentang keajaiban Al Qur’an Karim, tiba-tiba mataku tertuju pada situs akademi para penghafal Al Qur’an. Sebelumnya, aku tidak tahu bahwa masuknya aku ke dalam komunitas situs ini adalah pertanda terkabulnya doaku. Aku pun masuk dalam komunitas situs ini dalam keadaan terharu. Demi Allah yang tiada ilah kecuali Dia, aku keluar dari situs ini dalam keadaan yang tidak seperti keadaan saat aku masuk, yaitu keadaan yang belum pernah aku impikan sebelumnya. Setelah itu, pikiranku pun tertuju untuk beri’tikaf dalam rangka menghafal Al-Qur’an dalam 10 hari terakhir Ramadhan.

Sungguh, merupakan karunia Allah dan taufik-Nya atasku adalah aku segera mendaftarkan diri untuk beri’tikaf di akademi para penghafal Al-Qur’an tsb tanpa keraguan.

Sejak pertama aku beri’tikaf, aku merasa kagum dengan para akhwat yang turut …….

Silahkan baca sambungannya :
http://www.facebook.com/topic.php?uid=168770742375&topic=13525

Walimah mba Naning

November 20th, 2009

Kabar gembira…
Tanggal 4 Desember 2009, Mba Naning akan menggenapkan separuh diennya…
Bertempat di Ngawi…Ayuk..rame-rame kesana…
Trus..akan ada Launching Forum Alumni Santri Asma Amanina Angkatan II..dalam waktu dekat..
sekalian tasyakuran sahabat-sahabat kita yang wisuda bulan ini (Tiwi, Ngesti, Diah), plus pembagian raport, plus buku kenang-kenangan dan pin amanina….
waktu dan tempat masih dalam pembahasan. ada usul?

Dauroh Penerimaan Santri Baru

October 17th, 2009

Alhamdulillah..

Masa santri Asma Amanina II tinggal menunggu detik-detik terakhir..

Yang lama akan tergantikan dengan yang baru..

Yang lama akan menyebarkan ilmu yang sudah 2 tahun diperoleh..

Yang baru..akan memompa semangat seperti yang lama..

Yah..begitulah dunia ini ditakdirkan penuh dengan pergiliran..

Ada kabar gembira..

Saudari-saudari kita..penghuni amanina II pekan ini..

Ada yang ujian pendadaran..

Ada Dwi Syamsiati, F Geo 2005,

Pratiwi isnaini, F TP 2004,

dan Ngesti Fitriyah FTP 2004,

Dan..

Hari ini…Sabtu-Ahad, 17-18 Oktober 2009,

Santri Amanina angkatan III akan mengikuti acara

Dauroh penerimaan Santri baru Amanina Angkatan III..

Selamat mengikuti acaranya…

Dan, nantinya, tanggal 20 oktober 2009, akan diadakan acara pelepasan santri lama..

So..Prepare your self..

AA II dan AA III !!!

Then, Prove it!!

October 6th, 2009

Then, prove it!

“Di, where r u? I mis u..”(Im here.)
“Di, ni …masih inget kan? Maaf lahir batin ya” (yoa, sama2!)

“Ya Allah, sampaikan salam rindu padanya..”

“Di, beneran kangen lho ..”(siapa jg y6 bilang bo’ongan??)

“Di, its me, u remember me?”

Ah, dirimu bolak—balik bilang gitu. Lewat sms, telpon, facebook (Eh, yang ini nggak deeng..!), bahkan email (ini juga nggak), tapi mana buktinya? Buktiin dong, kalau kamu bener - bener kangen padaku!

Jujur, dulu aku sayang banget padamu. Whatever I di, I do for you. Whatever I think, I think about you, whatever I have, I just want give it for You…

Setiap kali aku kecewa padamu, aku berusaha mencari 1001 alasan agar aku tetap positive thinking padamu sehingga kau mau memaafkanmu.

Ø Setiap kali marahku akan meledak, akulah yang melarikan diri darimu, agar engkau tak terkena imbas marahku. Jika kau yang marah—marah padaku, aku berusaha menghadapimu dengan senyuman (Iya po Di?? Bukane ikut marah—marah?).

Ø Setiap saat ketika kita janjian, dan aku harus menunggumu yang datang terlambat, aku pun berusaha sabar, padahal, aku sama sekali bukan orang penyabar. Akhirnya, untuk menumpahkan ketidaksabaranku, aku selalu membawa gunting, pensil, dan kertas. Kertas tersebut, kalau tidak kugunting sampai hancur lebur, pasti sudah kucoret—coret sampai sampai kalau dilihat, menyakitkan matakau sendiri.

Ø Dan setiap kali aku meminta bantuanmu, lalu kau mengatakan “maaf. Aku sedang ngerjain ini, maaf aku sedang sibuk ini, maaf…” aku pun berusaha memaklumimu.

Ø Pun setiap kali orang tua kita menanyakan dan menuntut “kenapa hubungan kalian seperti ini? Seperti itu? Seharusnya kalian seperti ini, seperti itu..”, aku berusaha tegar, dengan cara memasukan segala usul, saran, dan tuntutan tersebut lewat telinga kanan dan mengeluarkannya lagi lewat telinga kiri. (Pantes, g pernah berubah, nasehatnya g pernah didengerin soalnnya, ckckck.)

Sekarang, aku berpisah denganmu. Awalnya, begitu aku menjauh darimu aku ngerasain tenang..banget! Lama—kelamaan, aku berharap, aku akan merindukanmu. Merindukan jaring—jaring cinta karena-Nya, yang dulu kita susun bersama. Merindukan saat kita ngobrol bareng. Merindukan saat kita rapat bareng, jadi kepanitiaan bareng, bahkan saat kita ngerjain orang lain bareng. Tapi kenyataannya, semakin lama aku berpisah denganmu, bukannya semakin kangen seperti yang kuharapkan, aku malah semakin senang. Dan setiap kali aku mengingat saat—saat bersamamu, aku jadi benci. Benciii…banget! Hingga ingin rasanya aku menghapus namamu dari memoriku. (edeeh..! sadis bener di.)

Kadang aku berpikir, mungkin semua ini salahku? Mungkinkah selama ini aku yang lebay dalam mencintaimu? Mungkinkah selama ini, cinta yang kuberikan kepadamu bukan cinta murni dan tulus suci karena –Nya? Mungkinkah senyum yang kuberikan kepadamu adalah senyum palsu, tapi senyum bajakan? Dan mungkinkah, kebersamaan kita selama ini, hanya sebatas formalitas? (Itu, emang loe banget di. Parah banget sih, baru nyadar!)

Ah, nggak mungkin.. Aku tulus mencintaimu. Aku tulus banget, terutama kalau aku sakit, kau datang ke kostku sambil membawakan buah tangan untukku. Aku tulus banget mencintaimu, terutama saat kau mentraktirku di warung tenda depan kampus sambil ngobrol. Aku tulus banget mencintaimu terutama saat kau menurut ketika ku perintah. Aku tulus banget mencintaimu, terutama saat kita jalan – jalan bareng, out bond bareng, makan bareng, dll. Dan aku tulus banget mencintaimu terutama saat kau mau kompak denganku, terutama saat kita ngerjain orang lain. (Nah lo.. Dari awal cintamu emang pindah haluan kok di..kamu cuma cinta dia, kalau dia nguntungin kamu..)

Dan seperti penggalan—penggalan sms - mu di atas, kau mengatakan bahwa sekarang engkau rindu padaku. Then, prove it!. Buktikan kalau kau benar—benar merindukanku.

1. Dengan memberiku kado sebuah peta yogya misalnya (Coz, aku sering lupa atau tersesat di jalan, jangankan nyepeda, jalan kaki aja kadang kesasar).

2. Atau dengan memberiku kado sebuah obat yang dapat meningkatkan daya ingatku misalnya.

3. Atau dengan membelikanku setumpuk kertas buram misalnya, jadi aku bisa mencorat—coret kertas tersebut sepuas hatiku atau menggunting—guntingnya sampai hancur saat aku marah padamu.

4. Atau dengan memberikanku sebuah topeng yang sedang tersenyum misalanya, agar saat aku marah dengamu, aku bisa mengekspresikan amarah tersebut, tapi kau tetap melihatku sedang tersenyum.

5. Atau dengan memberiku sebuah sebuah patung tiruanmu misalnya, jadi saat aku kita janjian, kau bisa datang tepat waktu. Meskipun, yang hadir tepat waktu itu adalah patung tiruanmu.

6. Atau, kau juga bisa menghadiahkanku sebuah patung tiruanku, agar kalau ada orang yang menuntutku atau memberiku surat teguran agar kita begini atau begitu, orang tersebut menuntut pada patung tiruanku, bukan padaku.

7. Bahkan, kau pun bisa membuktikannya dengan mentraktirku makan di angkringan, mengerjakan laporanku, membayarkan spp dan sks—ku, dsb (Yee.. ini mah, enak di elo g’ enak di gue di..).

Ah sudahlah,

Banyak menuntut banyak kecewa.

Sedikit menuntut, sedikit kecewa,.

Kalau aku tidak menuntut, aku pun nggak bakalan kecewa. Betul nggak? Betul, betul , betul, betul…!

Makanya itu, biar aku nggak menuntut, lebih baik, sementara ini, aku ngejomblo dulu. Menyendiri sambil cari wangsit. Coz, saat ini, aku bener—bener ngerasa menemukan kembali diriku yang hilang (Cie…cie..). Aku bisa nulis cerpen, nulis novel. Ikut lomba ini, ikut lomba itu. Bercanda sama—orang yang gokil, ancur, and selalu bikin tawaku terasa crispy and lepas, enak gitu deh. Melakukan aktivitas yang ancur (ngebaca buku di toko buku yang segelnya udah dibuka misalnya). Terus..pokoknya masih buanyak lagi deh!

Meskipun demikain, dont worry be happy. Coz, InsyAllah, wherever I life, im stil same with you..Aku masih tetap menjadi PKS’s freak, masih tetep pake bahasa anti dan antum, masih suka ngunjungin pengajian untuk ngedapetin snack gratis (Lho??), masih suka mrofokasi orang lain agar ikut dugem..pokoknya, yang gitu—gitu, masih deh!

Taqoballahu minna wa minkum

Minal aidzin wal faidzin

Mohon maaf lahir dan batin

-Diana, PN ‘06-

Berita Gembira dan Adenium

September 18th, 2009

Assalaamu’alaikum…

“Rasanya baru sesaat aq merindumu,kemudian engkau datang membawa kesejukan, mengajarkan arti kesabaran & keikhlasan. Tanpa terasa dalam hitungan hari engkau kan pergi lagi, aq tak tau apkh tahun depan dapat menyambutmu kembali, wahai engkau Ramadhan….” -Rina Mubasyiroh-

Di bulan penuh berkah ini…ada kabar gembira lagi..

a. Ummi Habibah, istrinya Ustadz Tulus Mushtofa, telah melahirkan putrinya…

Pada tanggal 15 Spetember 2009, atao bertepatan pada 25 Ramadhan 1430 H..pukul 5 sore…dan..anak ke-5…Subhanallah…lima..lima..dan lima..

b. Ummi Ro’uf, istrinya Ustadz Sholihun dinyatakan positif hamil lagi…ALhamdulillah..mas Ro’uf mau punya adik lagi..sekarang sudah bulan ketiga..

c. Bunga Adenium telah mekar…ada 5 bunga cantik berwarna merah…

Di amanina

Di amanina

2 Bunga Adenium dah mekar

2 Bunga Adenium dah mekar

 

 

 

 

 

 

Kru amanina mengucapkan mohon maaf lahir batin..

untuk lisan yang tak terjaga..

untuk janji yang terabaikan (tidak untuk hadiah lomba nulis, lo karena udah disiapin)..

untuk hati yang berprasangka..

untuk sikap yang menyakitkan..

Taqobbalallahu minna wa minkum, minal a’idin wal faizin..

Ujian Pendadaran

August 30th, 2009

Alhamdulillah…

Hari Jum’at, 28 Agustus 2009 kemarin,

Ummi Yuliatin sudah sidang atau ujian skripsi..

Dengan lancar dan sukses..

Akhirnya..

Yang ditunggu telah tiba..

TRus..kabar lainnya..

Hari senin, 31 Agustus 2009,

Diah Probo Ujian pendadaran juga..

DI ruang seminar perikanan..Jam 08.00

Mohon doanya biar sukses..

Diah termasuk kawan yang penelitiannya cepat dan prosesnya singkat.

Cuma 2 minggu nge-lab..eh, sebulan kemudian udah ujian pendadaran…

Apa, sih rahasianya, mba Didi??

Kegiatan Ramadhan di AMIKOM Yogyakarta

August 24th, 2009

Kegiatan-kegiatan Ramadhan Di Kampus 1430 H

UKI “JASHTIS”

STMIK Amikom Yogyakarta

No

Kegiatan

Waktu Pelaksanaan

Tempat

1

Lounching RDK

29 Agustus 2009

Pukul : 15.15–17.30 WIB

Baseman

2

Halal Market

7–12 September 2009

Pukul : 09.00–17.00 WIB

Baseman

3

Bersahabat bareng DPUDT

13 September 2009

Pukul : 08.00-16.00 WIB

Masjid Suhada

4

Gerakan Seribu Sehari

7-12 September 2009

Pukul :pekan kedua ramadhan

Tempat Umum

5

Ramadhan Short School

6 September 2009

Pukul : 08.00–15.00 WIB

Ruang Aula

6

Kajian Umum Mahasiswa

28 Agts & 4,11 Sep 2009

Pukul : 15.30–17.00 WIB

Taman Gedung 3

7

Tahsin

-        Ikhwan

-        Akhwat

 

Selasa, Kamis, Sabtu tiap pekan selama Ramadhan

Masjid Kampus

8

Kajian ba’da Ashar

24,26,31 Agustus  &

2,7,9 September 2009

Pukkul :16.00–17.30WIB

Masjid Kampus

9

Pembacaan Riyadussholihin

22 Agustus 2009

Pukul :12.16–12.30 WIB

Masjid Kampus

10

Jashtis Learning Center

29 Agustus 2009

Pukul :08.00-12.00 WIB

Lab STMIK Amikom

11

Kajian media

29 Agustus 2009

Pukul :07.00–12.45 WIB

Ruang Citra

12

Kajian muslimah

28 Agustus & 4,11 September 2009

Pukul : 10.45–12.45 WIB

Ruang II.2.5

13

Muslim Tebar Ukhuwah

-        Talk show

-        Hari Jilbab sedunia

 

10 September 2009

Selama RDK 1430 H

Kampus Amikom

14

Futsal

1,3 Agustus 2009

Pukul ; 10.00–12.00 WIB

Lapang Amikom

15

Nonton film islami

9 September 2009

Pukul : 09.00-11.00

Baseman

 

Kajian Ramadhan 1430 H

August 23rd, 2009

Setiap hari, mulai 1-20 Ramadhan 1430 H

No

Pukul

tempat

Materi

Pembicara

 

Pagi

 

 

 

1

05.30-06.30

IC Seturan

Bulughul Marom

Ust Sholihun

2

05.30-06.30

Masjid Pogung Raya

Taujihat Nabawiyah

Ust. Syathori

3

05.30-06.30

Ponpes Al-Hadi

Tafsir Ibnu Katsir

Ust. Natsir Harits

 

Sore

 

 

 

 

4

16.00-17.00

Masjid Kampus UGM 

kajian rutin, Obrolan Ramadhan, Bedah Buku, Tabligh Akbar, plus buka puasa bareng 

27/8 : Dr. Hamid Fahmi Dzarkasyi, Drs. H. Adabi Darban

29/8 : Dr.Ir. Nur Mahmudi Ismail, Dr.Ir. Soenarto Goenadi

 4/9 : Ir. Rachmat Witoelar, Chalid Muhammad

9/9 : Prof. Dr. Din Syamsudin

 

5

16.00-17.00

IC Seturan

Tafsir Ayatul Ahkam

Ust Cholid Mahmud

6

16.15-17.15

Masjid Mardliyah

Kitab Syifa’ul Qulub

Ust. Sholihun

7

16.00-17.00

Ponpes Daaru Hiraa

Hadits Arba’in

Ust. Tulus Musthofa

8

16.00-17.00

Ponpes Daarusholihaat

Tafsir Ibnu Katsir

Ust Syathori

9

16.00-17.00

Ponpes Baitussalaam

Tafsir Ibnu Katsir

Ust. Qomaruddin

10

16.00-17.00

Masjid Al-Ma’un, Gandok

Fiqh Da’wah

Jum’ah Abdul Aziz

Ust. Abdullah Sunono

11

16.00-17.00

SDIT Ibnu Abbas

Tafsir Ibnu Katsir

Ust. Muh Sholih

Wisuda dan Hijrah ke IC

August 19th, 2009

1. Alhamdulillah…

Hari ini, Mba Atich (Nurlaily Rufiatich) telah mengenakan toga wisudanya,

Sebagai tanda telah menyelesaikan perkuliahannya di Pendidikan Bahasa Jerman, UNY.

Selamat, kepada Mba Atich..Semoga ilmunya bermanfaat dan barokah..

Doakan teman-teman yang sudah saatnya menyusul, segera menyusul..

Dan, malam ini ruang keluarga Asma Amanina, banyak sekali terdapat makanan..Tasyakuran dari Mba Atich..Subhanallah..

Plus oleh-oleh dari panitia ospek MIPA UGM..Rizqun minallah..betul..Jazakumullah ahsanal jaza’..

2. Sejak pekan ini, Ustadz Sholihun sudah tidak tinggal di Asma Amanina lagi..Hiks..hiks..Beliau tinggal di IC Seturan sekarang..Tapi masih mengajar di Asma Amanina.. Dan sekarang ada Ustadz Deden dan Mba Isma yang mendampingi santri di Asma amanina..

Sekarang kita akan jarang ketemu Mas Ro’uf yang nggemesin lagi..Tapi sekarang kita punya Dek Haura yang imut–imut..(putrinya Ustadz Deden dan Mba Isma)

Yah, itulah skenario Allah buat kita semua..

Terimakasih ustadz Sholihun, Ummi, dan Ro’uf kecil.. yang telah banyak mengajarkan banyak hal kepada kami..Tentang arti ketaqwaan..hakikat ilmu yang kami miliki..dan segala macamnya..Maafkan segala kesalahan kami..santri-santri yang masih suka bandel ini..Semoga Allah menambah keberkahan terhadap ilmu yang Ustadz pelajari, miliki, dan ajarkan kepada kami..Amin..

Ummi..Kalo butuh teman buat pengusir sepi, calling kami aja..Don’t worry be happy..He he..